Jumat, 13 Februari 2015

Hello Valentine, Hello Chocolate !

Bulan Februari adalah bulan kasih sayang, tidak lain alasannya karena 14 Februari dikenal dan diperingati sebagai Valentine Day atau hari kasih sayang. 
Hari Valentine identik dengan Cokelat. Mengapa cokelat di anggap sebagai simbol cinta?

Cokelat adalah makanan yang paling digemari, baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Cokelat sering dijadikan hadiah untuk orang tersayang. Cokelat sering digunakan sebagai ungkapan terimakasih, simpati atau perhatian, bahkan sebagai pernyataan cinta. Alasan mengapa banyak orang memberikan cokelat untuk orang tersayang adalah karena cokelat sering dianggap sebagai makanan cinta. Hal ini disebabkan karena cokelat memiliki tekstur yang lembut dan akan lumer secara perlahan saat dikulum dalam mulut. Lumer lemak cokelat menimbulkan rasa lembut yang meningkakan aktivitas otak dan debaran jantung yang kuat.

Cokelat memberikan efek nyaman dan rileks. Rasa nyaman yang ditimbulkan setelah menikmati cokelat bukan hanya perasaan saja, Karena cokelat mengandung ratusan zat yang memungkinkan terjadinya reaksi kimia di otak. Zat inilah yang merangsang aktifnya serotonin di otak yang selanjutnya akan memicu perasaan nyaman seseorang. Terkandung pula phenylethylamine yang berfungsi membantu penyerapan dalam otak dan menghasilkan dopamine yang akan menyebabkan perasaan gembira, meningkatkan rasa tertarik dan dapat menimbulkan perasaan jatuh cinta.

Seseorang depresi karena cintanya tak terbalas akan memproduksi phenylethylamine secara tidak teratur. Ketika ia makan cokelat yang memang mengandung phenylethylamine dalam jumlah besar maka cokelat akan berfungsi sebagai obat patah hati. Ini dikarenakan phenylethylamine (PEA) merupajan zat kimia yang dihasilkan ottak pada saat seseorang merasakan euphoria sehingga meningkatkan tekanan darah dan denyut nadi.

Itulah alasan mengapa cokelat diberikan sebagai hadiah tanda cinta. Happy Valentine !   

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar