Minggu, 01 Maret 2015

Mengobati Luka

Kamu mungkin memiliki luka batin yang lama kamu pendam. Memang itu membuat kamu menjadi kurang bahagia, sebab kamu cenderung memendam luka tersebut, dan berpura-pura itu sama sekali tidak terjadi.

Semua orang mengalami hal yang tidak menyenangkan. Ilmu psikologi menyebutkan bahwa usia kurang lebih 0-15 tahun, sebuah kejadian yang tidak menyenangkan dapat menjadi luka batin.
Pada usia tersebut, otak manusia sedang melakukan pengumpulan data dan kita belum punya kekuatan yang optimal untuk menerima pengalaman-pengalaman sakit.

Biar begitu, semua orang merasakannya. Untuk mengobatinya, hanya ada satu cara yang efektif, yaitu dengan menerima diri apa adanya. 

Yah, ingat saja : semua orang pernah terluka. Dari yang terparah, masih ada yang lebih parah lagi.

“Kedewasaan adalah sebuah kelahiran baru. Manusia terlahir kembali ketika menjadi dewasa” – G.Stanley Hall (1844-1924).

Menjadi dewasa salah satunya adalah dengan tulus menerima dari apa adanya, termasuk menerima pengalaman buruk yang pernah kamu alami. 

- Bahagia Itu "di Praktekin" -